Rapuh

Benar..

Hati ini pernah mengalami masa yang sangat buruk,

Jadi aku tidak ingin jatuh ,lalu rapuh bahkan seketika lumpuh di sebab kan karena cinta yang tak utuh.

Biarkan aku tenggelam dalam kenyamanan ini,karena aku sangat menikmati sekali.

Sama sekali aku tidak menyangka akan seperti ini,

Bahkan aku tidak berharap sama sekali.

Akan tetapi yang perlu kau sadari ini tentang hati.

Jadi aku akan membiarkan terus seperti ini

Hingga kamu lelah dan pergi.

Karena aku bisa percaya diri ,maka dari itu aku ingat diri,

Sebelum hal yang tidak aku ingin kan akan terjadi,,,akan di karena aku lebih suka menjaga hati,,dari pada akhir nya engkau akan tersakiti…

Advertisements

Ibu

Ibu,

begitu lah nama mu yang ku sapa setiap hari,yang tanpa lelah memberi ku senyuman dengan penuh kelembutan,hingga memberi ku kehangatan yang sampai menusuk di relung jiwa.

Engkau bagaikan embun di pagi hari yang selalu setia memberi kesejukan,tanpa peduli walau dirimu dalam kesibukan.

Ibu.Kami tidak sanggup jika suatu hari nanti melihat engkau bersedih atas hal yang kami perbuat,sungguh bukan itu yang kami inginkan.

Ibu, hari ini aku masihlah langkah yang terus melaju menemukan diriku. Aku masih raga yang terus merelakan diri diterpa debu-debu. Setiap peluh yang jatuh terselip semangat yang tak pernah rapuh. Biarlah kukejar segala hal yang membuat aku bahagia. Sebab hidup hanya sekali, mohon doamu sesungguh hati.

Ibu, hari ini aku hanyalah ilalang kecil diterpa angin. Belajar tetap kokoh meski hujan terlalu sering membawakan dingin. Demi segala hal yang pernah kuceritakan kepadamu —meski belum semuanya, aku tidak ingin menyerah pada terjal jalan dan luka langkah-langkahku.

Ibu, aku tetap anakmu yang nakal dan seringkali membantahmu. Maaf untuk ketidakpatuhanku. Semoga suatu hari kau mengerti, bahwa aku tidak pernah lupa kaulah perempuan yang paling mencintai. Meski berkali-kali berita sedih kubawa saat gagal menghampiri.

Kini, aku masih terus melangkah. Tidak peduli akan berapa kali lagi patah dan kalah. Percayalah, aku akan tetap maju, meski berkali jalan kutempuh masih berliku. Dengan segenap kerendahan hati, lupakanlah nakalku sejenak, aku butuh doamu sebagai penjaga langkah-langkahku.

-Fjil